Selintas Gethek   Leave a comment


Melakukan perjalanan merupakan kesenangan tersendiri. Aku senang bila bepergian kemana pun. Bukan tujuan dari perjalanan itu yang membuatku benar-benar gemar melakukan perjalanan, tetapi pemandangan di sekelilinglah yang membuatku menjadi tergila-gila untuk bepergian atau dolan.

Melihat kiri dan kanan yang bervariasi seperti sawah, pekarangan, kebun, atau bahkan jurang, benar-benar memanjakan hatiku. Ada rasa tenang yang terselip di hati dan bila perjalanan usai mungkin euforia kecil terjadi di hatiku.

Kadangkala aku berhenti pada tempat, yang seringnya secara tiba-tiba aku sukai. Kemarin aku dolan ke Purwokerto saat mudik ke Cilacap. Kota kecil di Banyumas ini sering ku kunjungi. Bahkan, aku lebih hafal daerah ini daripada kota Cilacap, tempatku kelahiranku. Maklum saja, dulu aku bersekolah SMA di Banyumas. Jadi aku lebih sering menghabiskan akhir pekanku di kota satria ini.

Ketika ku pacu sepeda motorku menuju Purwokerto, aku terkesima dengan pemandangan sawah yang sedang banjir. Pemandangan itu mengingatkanku akan masa-masa kecilku dulu. Indah nian bila dibanyangkan.

Namun, ku tunda niatku untuk menikmati pemandangan itu. Hari yang gelap sedikit memaksaku untuk melanjutkan perjalanan. Aku tak mau kehujanan dan harus mencuci sepeda motorku (lagi).

Satu jam setelah aku meninggalkan pemandangan yang menakjubkan tadi, aku kembali lagi. Rasanya berlama-lama di Purwokerto tak tepat saat dengan manjanya hatiku menyuruhku untuk sejenak berteduh di tepi sawah yang banjir itu.

Kali ini, di atas motor aku memandang sawah banjir itu. Rasa asri dan damai benar-benar terasai. Ku cuplik ke semua penjurunya, dan ku temui bayang-bayang masa kecilku. Aku jadi ingat dulu sewaktu belum sekolah, aku sering bermain gethekan dengan teman-teman yang kebanyakan juga masih saudara.

Gethek adalah lesung kecil yang digunakan untuk menyusuri perairan. Sdeangkan gethekan adalah nama permainannya. Permainan ini sama dengan seorang nelayan yang menyusuri air dengan sampannya. Hanya saja gethekan dilakukan di sawah.

Masih terdengar dengan jelas tawa-tawa masa kecil kami saat dengan bangganya kami mengayuh gethek. Rasanya kami bak pelaut nusantara yang mengarungi samudra biru luas. Walaupun kadang kami harus dimarahi orang tua karena baju yang kotor, tapi bagi kami taka apa. Kesenangan adalah sesuatu yang tak terbayar dengan uang, tapi kepuasan.

Saat membanyangkan ini, ku dengar laju-laju kendaraan motor di belakangku. Bising juga, tapi masih ku nikmati pemandanagn yang mengingatkanku akan masa kecilku. Namun, deru laju motor mengingatkanku akan perubahan pada wajah suasana di desaku sekarang ini.

Sekarang tidak ada anak kecil yang bernmain gethek lagi. Hadirnya modernisasi dengan perlatan canggih sperti motor telah menyapu kebiasaan di musim penghujan itu. Sekarang anak-anak lebih suka menghabiskan waktu bermainnya dengan playstation, main pc game, bahkan nongkrong-nongkrong di jembatan.

Perubahan rasanya bergitu cepat. Modernisasi hanya menyisakan jejak-jekanya pada perilaku anak-anak di desaku yang cenderung bergaya modern tapi masih dengan pikiran desa. Modernisasi hanya mampu menjangku fisik mereka, bukan batin mereka.

Rasanya gethek yang dulu sebagai tempat berkumpul kami, hanya sebagai kenangan masa lalu yang sislih berganti waktu kian dilupakan. Anak-anak telah berubah. Mereka lebih cepat dewasa saat ini daripada umurnya. Aku senang tapi juga sedih.

Seiring gerimis yang mulai merambat deras, masih tetap aku menyoroti pemanadanagn air keruh, yang luasa dan lugas akan cerita masa lalu. Deras makin tersa, dan ku lajukan diri untuk pulang. Diantara suara padat, di rintikan gerimis, masih ku saksikan bayang masa lalu. Gethekku, gethekmu, dan gethek kita.

Posted Desember 9, 2010 by btarakawi in Memoar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: